Healing in Bontang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan standar pelayanan dan keselamatan wisatawan.
Dalam kegiatan pariwisata, pemandu wisata tidak hanya berperan memberikan informasi dan pendampingan, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan wisatawan. Terlebih dalam aktivitas wisata perairan, kemampuan menghadapi kondisi darurat menjadi keterampilan yang penting dimiliki para pelaku pariwisata.
Organisasi Pelaku Pariwisata Kota Bontang (KUTATA) melaksanakan pelatihan water rescue di kawasan Kampung Wisata Malahing, Kota Bontang, sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kesiapsiagaan, dan profesionalisme pelaku pariwisata. Kegiatan ini mendapat dukungan sponsorship dari TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Pupuk Kaltim.
Healing in Bontang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan standar pelayanan dan keselamatan wisatawan.
"Profesionalitas pelaku wisata tidak hanya ditunjukkan melalui kualitas pelayanan, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat. Kompetensi rescue menjadi bekal penting dalam menjaga keselamatan wisatawan," ujar Ali Wafa, selaku Co-Founder Healing in Bontang.
Pelatihan ini diikuti anggota KUTATA yang sehari-hari berkecimpung di sektor pariwisata, khususnya wisata bahari dan pesisir. Narasumber dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) memberikan materi serta simulasi penanganan penyelamatan di perairan, mulai dari teknik evakuasi hingga penanganan korban kecelakaan di laut.
Muhammad Ihsan, Kepala Bidang Pariwisata Dispoparekraf Kota Bontang, menekankan bahwa para pelaku pariwisata memiliki peran penting dalam membentuk citra pariwisata Kota Bontang. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan sektor pariwisata yang profesional serta mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
Menurutnya, pelatihan dan pengembangan kemampuan bagi pelaku pariwisata diperlukan agar mereka semakin siap memberikan pelayanan yang berkualitas kepada wisatawan, baik yang berasal dari Kota Bontang maupun dari luar daerah. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk turut berkontribusi dalam mengembangkan potensi pariwisata Kota Bontang agar semakin dikenal dan menarik lebih banyak wisatawan.
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Bontang, aspek keselamatan juga harus menjadi perhatian utama. Dengan semakin banyaknya aktivitas wisata, khususnya di kawasan pesisir dan perairan, kesiapan pelaku pariwisata dalam menghadapi kondisi darurat menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan.
Healing in Bontang percaya bahwa pengalaman berwisata bukan hanya tentang menikmati perjalanan, tetapi juga memastikan wisatawan merasa aman hingga kembali ke tempat tujuan. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk mendukung terwujudnya pariwisata Kota Bontang yang profesional, aman, dan berkelanjutan.
Organisasi Pelaku Pariwisata Kota Bontang (KUTATA) melaksanakan pelatihan water rescue di kawasan Kampung Wisata Malahing, Kota Bontang, sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kesiapsiagaan, dan profesionalisme pelaku pariwisata. Kegiatan ini mendapat dukungan sponsorship dari TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Pupuk Kaltim.
Healing in Bontang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan standar pelayanan dan keselamatan wisatawan.
"Profesionalitas pelaku wisata tidak hanya ditunjukkan melalui kualitas pelayanan, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat. Kompetensi rescue menjadi bekal penting dalam menjaga keselamatan wisatawan," ujar Ali Wafa, selaku Co-Founder Healing in Bontang.
Pelatihan ini diikuti anggota KUTATA yang sehari-hari berkecimpung di sektor pariwisata, khususnya wisata bahari dan pesisir. Narasumber dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) memberikan materi serta simulasi penanganan penyelamatan di perairan, mulai dari teknik evakuasi hingga penanganan korban kecelakaan di laut.
Muhammad Ihsan, Kepala Bidang Pariwisata Dispoparekraf Kota Bontang, menekankan bahwa para pelaku pariwisata memiliki peran penting dalam membentuk citra pariwisata Kota Bontang. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan sektor pariwisata yang profesional serta mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
Menurutnya, pelatihan dan pengembangan kemampuan bagi pelaku pariwisata diperlukan agar mereka semakin siap memberikan pelayanan yang berkualitas kepada wisatawan, baik yang berasal dari Kota Bontang maupun dari luar daerah. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk turut berkontribusi dalam mengembangkan potensi pariwisata Kota Bontang agar semakin dikenal dan menarik lebih banyak wisatawan.
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Bontang, aspek keselamatan juga harus menjadi perhatian utama. Dengan semakin banyaknya aktivitas wisata, khususnya di kawasan pesisir dan perairan, kesiapan pelaku pariwisata dalam menghadapi kondisi darurat menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan.
Healing in Bontang percaya bahwa pengalaman berwisata bukan hanya tentang menikmati perjalanan, tetapi juga memastikan wisatawan merasa aman hingga kembali ke tempat tujuan. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk mendukung terwujudnya pariwisata Kota Bontang yang profesional, aman, dan berkelanjutan.